Skill dan Tekhnik Sepak Bola

Melindungi bola saat mendribble sembari menusuk pertahan di antara kawalan 2 - 3 pemain lawan atau lebih merupakan arti dari Dribble Protection ini. Pergerakan tubuh yang sudah terlatih dalam bergerak 360˚, pergerakan respon dan reflek tak ketinggalan jump dan flying jump yang sudah terlatih membuat skill ini bisa terlihat sangat efektif untuk digunakan. Skill agility memang mempengaruhi kesempurnaan penggunaan setiap skill sepakbola yang ada namun pada skill ini bisa ditutupi kekurangan itu dengan sering berlatih mendribble dengan menguasai berbagai trik baik gerak tipu kaki (Tactical Dribble) maupun kecepatan gerak kaki dan step atau langkah pergerakan tubuh. Kemampuan gerak putar tubuh (Swerve) yang baik hingga 360˚ bisa membuat seseorang yang melatihnya untuk tujuan penggunaan skill “Dribble Protection” ini bisa membuatnya menjadi seorang Master pada skill ini apalagi jikalau dipadukannya dengan penggunaan kedua kakinya yang aktif pada kaki kiri maupun kanan(Both Side of Footwork). Begitu banyak skill lain yang terlibat dalam penggunaan skill ini ditingkat tinggi, dan itu terlihat wajar karena hasil penggunaannya 100% membuat seorang pemain memiliki Attack + 3 atau tiga kali lebih tajam dalam sekali menyerang. Berikut pemain dengan berbagai macam skill yang menonjol saat penggunaan skill Dribble Protection yang memang tujuan skill ini untuk melewati 2 – 3 pemain lawan atau lebih :
Variasi gabungan skill Dribble Protection pada beberapa pemain :
Nama Pemain : Skill gabungan yang menonjol : Level skill DPnya*
Xavi Hernandez : Swerve 360˚ + Agility : Master
Cristiano Ronaldo : Tactical Dribble : Master
Lionel Messi : Agility / Dribble + Reflex n Response : Master
Ricardo Kaka : Agility + Reflex n Response : High – Master
Frank Ribery : Dribble + Reflex n Response : High – Master
Gonzalo Higuain : Agility + Reflex n Response : High
Diego Milito : Agility + Response : Good
David Pizzaro : Technick : Good
(*level skill Dribble Protection = versi penulis)
Kalau dilihat dari data diatas, Real Madrid FC merukan tim yang sangat berbahaya karena jikalau 3 pemain yang tertulis diatas menjadi tim inti dan sudah kompak, mereka bisa membuat lebih dari 3 gol dalam 1 pertandingan. Sebab walau lawan bermain dengan “Negative Football” sekalipun jikalau mereka tak disiplin tetap saja gol hanya masalah waktu. Terlebih juga jikalau stamina lawan sudah menurun terutama pada babak kedua yang membuat pertahanan mereka yang sebelumnya Defence +4 karena bermain dengan Negative Football bisa menjadi kendur. Hal itu disebabkan karena tiga pemain itu(Ronaldo, Kaka dan Higuan) merupakan pemain posisi depan(Forward) dan mereka menggunakan skill ini(Dribble Pretection) untuk menusuk langsung ke pertahanan terakhir lawan. Berbeda dengan Barelona FC yang 3 pemainnya juga punya kualitas yang sama hanya saja pemain mereka(Messi, Xavi dan Iniesta) didominasi pada pemain tengah(Midfielder) dan penggunaan skill ini oleh mereka bertitik berat pada pengaturan serangan bukan untuk penusukan langsung dipertahanan terakhir.
Semua pemain bertipe Forward dan Midfielder punya kewajiban untuk menguasai skill ini apalagi seorang pengatur serangan(Playmaker). Tim manapun dipastikan memiliki tim junior dan setiap tim seharusnya minimal memiliki 3 pemain Playmaker untuk menghadapi suatu kompetisi. Kewajiban seorang pelatih terhadap seorang pemain playmaker pada tim juniornya adalah melatih skill Dribble Protection ini hingga ia terbiasa melewati 2 – 3 pemain lawan. Sebab pemain ini mempunyai tugas berbeda dan sangat penting diantara pemain lainnya. Tugas seorang pengatur atau jendral lapangan tengah ini tak hanya sekedar pandai passing dan shotting saja, melainkan harus memiliki kelebihan dalam membaca situasi. Sebagai contoh rekan mereka pada posisi sayap yang ia tahu terlambat maju sudah seharusnya ia mempertahankan bola beberapa detik sebelum rekannya tersebut sampai pada posisi yang diinginkan dan bola baru tepat untuk dipassing long maupun shortnya. Dan perlu diketahui tak ada bola yang ada pada penguasaan atau kaki seorang pemain melainkan ia akan mendapat tekanan dari lawan setelah menguasainya kurang dari 5 – 7 detik saja. Dan dribble protection itulah yang akan membuat seorang pemain playmaker bisa menguasai bola diatas 5 – 10 detik hingga pemain/rekan lainnya berhasil membuka ruang dan siap menerima umpan matang yang tak sia –sia. Jadi untuk kemajuan sepakbola Indonesia ini, skill ini sangat penting untuk ditingkatkan karena kelebihannya dan rasanya tak pantas seorang pemain berstatus playmaker tidak menguasai skill ini minimal dilevel “GOOD” saja atau berkemungkinan sukses melewati lawan 60% atau sama dengan sukses melewati 2 – 3 pemain lawan 5 x dalam 10 x mencoba. Dan untuk seorang pelatih junior maupun pemain itu sendiri, sudah seharusnya dengan rutin melatih skill dribble protection ini dengan berbagai macam skill gabungan atau variasi skill seperti yang ada pada keterangan atau tabel diatas.
b. Meningkatkan skill Dribble Protection.
Masih masalah pengalaman atau Experience saja. Semakin sering berlatih, maka akan semakin bagus pula hasil dari tingkatannya. Hanya perlu memilih tipe dari setiap pergerakan dribble protection itu sendiri seperti pada tabel itu, lain pemain lain pula skill gabungan yang digunakannya untuk menggunakan skill dribble protection ini. Jadi masalah tipe latihan masih menjadi pilihan dari setiap pemain atau mungkin berdasarkan skill yang sudah ada yang terlihat menonjol pada seorang pesepakbolanya sendiri. Jikalau mengikuti data skill gabungan diatas untuk melatihnya, penjelasan setiap skill itu sebagai berikut :
1. Skill agility sudah dijelaskan pada Part atau bagian ke 2.
2. Technick, dribble dan tactical dribble akan dijelaskan pada bagian penjelasan - penjelasan berikutnya kedepan.
3. Swerve hingga 360˚ :
Jump dan flying jump merupakan latihan pertama dan sudah didapat otomatis dari latihan fisik yang diberikan pelatih pada saat melompati corong. Lebih sering melatihnya akan meningkatkan kemampuan tubuh menguasai gaya gravitasi bumi dengan lebih baik. Dan itu akan membuat tubuh lebih mudah digerakan kearah manapun.
Latihan kedua adalah melatih memutar tubuh hingga 360˚, single training didalam sebuah garis kotak dengan ukuran garis 2 x 2 meter dan berlatih bergerak 360 derajat dengan meletakkan kaki kanan atau kaki aktif pada garis luar sebelah kanan kemudian berbalik atau memutar tubuh dan meletakkan kaki aktif pada garis luar sebaliknya sebelah kiri dengan kaki kiri tetap sebagai tumpuan atau berada sekitaran titik tengah kotak. Lakukan pergerakan ini dengan cepat. Selain latihan ini, latihan pergerakan memutar tubuh dari 45˚ - 360˚ sangat banyak dipengaruhi akan single training dengan mendribble bola dan mencoba beberapa trik – trik perpaduan antara gerakan kaki dan gerakan tubuh. Semakin sering melatihnya maka akan membiasakan tubuh menggunakan kelenturannya dan memudahkan setiap penggunaan dari berbagai trik tersebut. Latih juga kekuatan otot - otot pinggang untuk mempermudah pergerakan swerve hinga 360 derajat ini.
Peringatan Keras : Latihan ini membutuhkan daya konsentrasi tinggi dan tidak dianjurkan bagi seorang pemula untuk berlatih seperti ini langsung karena akan pusing saat mencobanya. Dan untuk meningkatkan daya konsentrasi tinggi bagi seorang pemula, berlari jogging dengan rutin merupakan cara termudah untuk meningkatkannya minimal selama 1 bulan (3 x seminggu) dengan jarak minimal 5 kilometer dan ditambah latihan sprint dengan jarak minimal 10 meter beberapa kali usai berlari pelan tersebut.
4. Reflex dan response :
Reflex dan response yang tinggi membuat reaksi seseorang menjadi kuat dan ini akan membuat otak dan tubuh terlihat cepat sekali mengambil tindakan hasil dari pergerakan lawan dan itu akan membuat seorang pemain dengan mudah melewati atau menghindari sergapan lawan yang coba menghentikan gerakan skill dribbe protection ini. Ada beberapa cara yang diketahui untuk meningkatkannya, beberapa diantaranya yaitu berlari cepat atau sprint “ditempat” 5 hingga 10 detik beberapa kali, berenang dengan pergerakan seluruh tubuh aktif(dari kaki hingga kepala) minimal 2 x seminggu, dan berlari jogging dengan menggunakan jaket atau pakaian training lengkap yang berfungsi menambah berat tubuh dan menutup pergerakan angin hingga membuat tubuh melawan arus angin dan itu akan membuat tubuh 2 x lipat lebih ringan dibandingkan jogging dengan pakaian standar. Semakin ringan tubuh, maka akan semakin cepat pula tubuh dalam melakukan gerakan reflek maupun gerakan respon tersebut.
Peringatan dan Perhatian :
*Penggabungan beberapa skill memakan waktu yang cukup lama, 3 bulan adalah waktu tercepat yang bisa dilatih oleh seorang atlet dan itupun diluar pembiasaan tubuh terhadap gerakan baru yang diikuti pergerakan kaki maupun juga pergerakan keseluruhan otot – otot tubuh.
*Terdapati oleh penulis, orang yang coba meniru gerakan gabungan skill ini langsung tanpa melatihnya dulu dengan cedera parah pada otot – otot bagian pinggangnya. Jadi jangan coba – coba melakukan gerakan langsung penggabungan skill ini sebelum melatih beberapa gerakan tubuh bahkan juga senam yang ada saat pemanasan sebelum latihan yang diutamakan untuk “kelenturan tubuh”.
*Terkadang masalah nonteknis seperti mental yang terganggu membuat reaksi seseorang menjadi sangat lemah dan itu akan membuat prestasi bisa turun seketika. Contoh termudah adalah seperti kasus John Terry vs Whine Brigde. Dikarekan posisi John Terry sebagai mantan Pemimpin (kapten) dan ia berposisi sebagai pemain belakang bagian tengah CB pada laga Chelsea vs Manc.City tersebut, penurunan prestasinya berdampak sangat vital hingga Carlos Tevez dkk dengan mudah mengobrak – abrik pertahanan tim sekelas Chelsea FC. Dan kinerja seorang pelatih hingga rekan – rekannya yang lain sangat dibutuhkan untuk mengembalikan mental ini, karena jikalau gagal seorang pelatih lebih baik menggantikannya dengan pemain cadangan daripada berdampak penurunan kualitas tim apalagi sebagai seorang playmaker dan pada hubungannya dengan skill Dribble Protection ini, ia takkan mampu melewati lebih dari 2 orang pun dikarenakan masalah nonteknis tersebut.
Skill Name : Dribble Protection.
Skill Discussion : Part 5.
Skill Target : Menjaga bola dari sergapan lawan,
Skill Superiority : Attack +++, ball possession +,
Skill Weakness : Sliding Tackle, man to man marking !
Previous Skill : Shot Power.
Next Skill : Mentality.
a. Pengertian dan fungsi.
Kebiasaan melindungi rekan satu tim biasanya adalah instruksi dari pelatih apabila pertahanan di suatu sisi mendapat tekanan dari 2-3 pemain lawan. Berbagai situasi yang bisa terjadi dengan tiba-tiba membuat seorang pemain mau atau tidak mau harus membantu rekan yang berada dalam tekanan demi membuat pertahanan lapis dua atau memperlambat serangan musuh agar pemain lainnya yang baru saja menyerang bisa turun dan kembali membentuk formasi bertahan yang kokoh. Itulah arti dari “covering” yang merupakan skill yang sangat dibutuhkan untuk membuat pertahanan ganda demi menjaga daerah pertahanan dan memperkecil peluang gol lawan. Covering juga bisa digunakan untuk membangun serangan seperti membuka ruang untuk rekan yang membawa bola agar ritme atau arus serangan tidak putus begitu saja, dan itu membutuhkan pergerakan ekstra dari setiap pemain di setiap posisi. Tim yang pemainnya paling tinggi/banyak mengunakan skill ini adalah Barcelona FC. Rahasia kesuksesan mereka yang sudah merebut gelar demi gelar salah satunya adalah skill ini. Hampir semua pemain Barcelona tidak berhenti berdiam diri melainkan mereka bergerak membuka ruang disaat rekan mereka sedang membawa atau menguasai bola agar kemanapun ia menghadapkan bola tersebut, rekannya sudah menunggu pada posisi kosong atau posisi yang aman dari jangkauan pemain lawan hingga bola cukup aman untuk diberikan/passing. Bahkan dengan skill ini saja Barcelona sukses membungkam Inter Milan pada liga champion 2009-2010, padahal mereka tak diperkuat beberapa pemain intinya bahkan tidak juga dengan Lionel Messi. Skill ini 100% membuat suatu tim menguasai jalannya pertandingan hingga ball position sudah pasti menjadi milik tim ini karena para pemainnya membiasakan diri untuk membuka ruang baik dalam bertahan maupun dalam menyerang. Skill yang satu ini sama pentingnya dengan skill agility karena sama-sama dapat meningkatkan pass completed para pemain hingga permainan mereka terlihat hidup dan membuat serangan serta pertahan yang mereka galang menjadi lebih efektif.
b. Cara melatih.
Covering membuat seorang pesepakbola lebih banyak bergerak atau membutuhkan tenaga ekstra terutama saat rekannya kehilangan bola atau kehilangan posisi/“zone marking”nya yang membuat seorang pemain peng-cover harus cepat tanggap menutupi kekurangan tersebut selain instruksi dari pelatih yang harus selalu mewanti-wanti mengingatkan anak asuhnya saat pertandingan berlangsung. Stamina masih menjadi kebutuhan pertama untuk skill ini disamping pergerakan mendadak ”explode” yang harus ditingkatkan. Stamina standar atau ditingkatan “OK” maupun “GOOD”nya sudah otomatis didapat dari latihan fisik yang diberikan pelatih pada pagi maupun sore harinya. Bagi yang ingin meningkatkan stamina hingga berkelas High atau master hingga kini masih diketahui dengan cara berlari pelan atau jogging 8 – 10 km per 3 kali seminggu atau lebih dari 5 km/ 5 – 6 kali seminggu.
Peringatan dan perhatian :
*Latihan yang keras membutuhkan Gizi dan multivitamin yang mencukupi, kekurangan 1 saja jenis vitamin akan membawa kerusakan bagi tubuh, apalagi vitamin K atau kalsium.
*Tubuh akan banyak sekali kehilangan cairan disaat berolahraga keras dan juga saat berlari jauh apalagi diatas 8 kilometer, pastikan tubuh mendapat cairan secukupnya setelah berlari/berlatih dengan banyak minum hingga haus terasa hilang dan yang paling penting jangan tunggu haus dulu baru minum.
*Kebutuhan istirahat sangat penting untuk recovery tubuh dan juga sangat fatal apabila diabaikan terutama sehabis berlatih keras. Olahraga yang keras tiap minggunya harus diimbangi dengan berhenti total tanpa berolahraga minimal 1 kali dalam seminggu karena tubuh akan mengalami depresi akan latihan-latihan yang dilakukan secara terus-menerus dan membuat prestasi akan turun hingga membuat seorang pemain bukannya tambah kuat melainkan akan lemah saja. Pastikan juga untuk tubuh agar mendapat tidur minimal 8 jam dalam seharinya.
Informasi :
“ BAD – LOW – OK – GOOD – HIGH – MASTER ” adalah cara penulis untuk membaca atau mengukur suatu tingkatan ilmu.
Skill Name : Covering.
Skill Discussion : Part 3.
Skill Target : Menjaga zona dan ritme permainan.
Skill Superiority : Defence ++, Offence +.
Skill Weakness : Posisi kosong pada pemain pemberi(peng-cover) & membutuhkan stamina minimal ditingkatan “GOOD” !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar